
Malaysia, 18 September 2026 – Dalam rangka memperluas kolaborasi akademis di tingkat internasional, delegasi Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga yang terdiri dari jajaran dosen dan mahasiswa menyelenggarakan kunjungan kerja ke International Cultural Communication Center Malaysia / International Transnational Education Association (ICCCM/ITEA) Malaysia pada Jumat (18/9/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian International Mobility Program untuk membuka peluang kolaborasi transnasional bagi seluruh civitas akademika UIN Salatiga.

Rangkaian acara resmi dibuka dengan sambutan dari Ketua LP2M UIN Salatiga, Dr. Hammam M.Pd., Ph.D., yang menyampaikan maksud serta tujuan kunjungan delegasi dosen dan mahasiswa dalam memperkuat kolaborasi riset, pengabdian masyarakat, dan program mobilitas kampus. Selain itu, Ibu Marisa Fran Lina, M. Pd. selaku Kepala Pusat Kerjasama Internasional LP2M juga menambahkan, “Kita sudah 2 kali kunjungan langsung ke sini sebagai bentuk implementasi kerjasama internasional dan selalu beyond the expectation, ICCCM selalu menghadirkan hal baru untuk kita semua.” Beliau juga memperkenalkan tambahan 2 anggota baru dari lini dosen yaitu Bapak Miftachuddin, M.A sebagai Kepala Pusat Penelitian LP2M dan juga Ibu Juwita Artanti Kusumaningtyas, M. Sc. selaku Kepala Prodi Teknologi Informasi.

Usai pembukaan dari pihak UIN Salatiga, acara dilanjutkan dengan sambutan hangat secara daring melalui Zoom dari Indonesia Regional Manager ITEA, Cyntia Wu, bersama Business Development Executive ITEA, Ivan Chabibilah. Dalam arahannya, Cyntia Wu menekankan pentingnya penguasaan soft skill dan bahasa asing—seperti bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin—sebagai bekal mahasiswa di tingkat global. Ia juga memperkenalkan fasilitas ITEA Learning Platform untuk akses riset serta ITEA Jobs sebagai portal karir internasional gratis. Menyambung hal tersebut, Ivan Chabibilah berpesan agar para mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk membentuk global mindset serta memaparkan peluang kerja sama konkret, mulai dari program cultural visit, publikasi jurnal internasional, hingga sinergi Training Center di Kawasan Industri Terpadu Batam.

Sesi utama kegiatan kemudian berlangsung secara luring di markas ICCCM/ITEA Malaysia. Sesi pemaparan materi diawali dan diampu langsung oleh Europe and Africa Regional Manager ITEA, Godwin Silver. Turut hadir menyambut delegasi UIN Salatiga di dalam forum yakni Central Asia Regional Manager ITEA, Nasriddini, yang mendampingi seluruh jalannya diskusi dan prosesi penyambutan luring tersebut.
Dalam pemaparannya, Godwin Silver mengulas secara komprehensif berbagai skema kerja sama pendidikan transnasional. Salah satu fokus pembahasan utama adalah restrukturisasi kurikulum yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) dan pembelajaran digital agar selaras dengan kebutuhan industri global. Dipaparkan pula skema artikulasi Sino-Foreign melalui model perkuliahan 2+1, di mana mahasiswa menempuh pendidikan selama dua tahun di UIN Salatiga dan satu tahun di perguruan tinggi mitra di Tiongkok, lengkap dengan akses magang industri dan penyaluran kerja di perusahaan multinasional.
Sesi pemaparan juga mengulas secara mendalam program penguatan kapasitas tenaga pendidik dan penelitian. ITEA menawarkan skema Visiting Scholar berdurasi satu hingga dua minggu secara timbal balik (vice versa), yang mencakup dukungan pembiayaan akomodasi, transportasi, hingga honorarium. Para dosen UIN Salatiga juga didorong untuk terlibat aktif dalam riset kolaboratif serta mengambil peran sebagai penulis, penyunting (editor), maupun penelaah (reviewer) pada jurnal internasional bereputasi, dengan fasilitas pembebasan biaya publikasi (APC waiver). Di samping itu, dibuka pula peluang penyelenggaraan konferensi internasional bersama serta Youth Conference sebagai wadah bagi mahasiswa UIN Salatiga untuk tampil sebagai pembicara utama di panggung dunia.

Kelompok 1: Marsya, Adam, Arofah

Kelompok 2: Najwa, Valencia, Raihan

Kelompok 3: Intan, Masayu, Husein
Suasana forum semakin dinamis saat memasuki sesi presentasi mahasiswa. Setiap kelompok mahasiswa UIN Salatiga secara bergantian memaparkan gagasan dan hasil kajian mengenai pemanfaatan teknologi AI yang dapat mempermudah pelestarian budaya tradisional, adat istiadat, serta meningkatkan efisiensi dan inovasi di bidang akademik.

Pertemuan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk segera menindaklanjuti hasil diskusi ke dalam naskah Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement / MoA) secara resmi. Melalui langkah strategis ini, UIN Salatiga berharap seluruh program kerja sama dapat segera terealisasi secara konkret demi meningkatkan kualitas akademik, wawasan mahasiswa, serta kapasitas dosen di kancah internasional. (A&N, ed.MFL)
Kontak Media / Informasi Lebih Lanjut: Kantor Urusan Internasional (KUI) LP2M UIN Salatiga, Gedung LP2M, Kampus Terpadu UIN Salatiga, Jl. Lingkar Salatiga Km. 2, Kota Salatiga, Jawa Tengah.
