JAMBI — Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing jurnal ilmiah terus dilakukan melalui pendampingan pengelolaan jurnal berbasis standar akreditasi nasional. Dalam kegiatan Bedah Jurnal Nazharat: Jurnal Kebudayaan, Dr. Faizal Risdianto, Kepala Pusat Publikasi dan Rumah Jurnal UIN Salatiga, memberikan evaluasi dan rekomendasi strategis untuk memperkuat tata kelola, kualitas artikel, serta visibilitas publikasi ilmiah Nazharat yang diterbitkan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Kegiatan secara Daring hari Rabu, 28 Oktober 2026 ini menjadi ruang evaluasi akademik untuk memetakan kesiapan jurnal dalam meningkatkan peringkat akreditasi menuju SINTA 2, sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu dibenahi secara sistematis. Penilaian dan saran disampaikan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah.

Dalam pemaparannya, Dr. Faizal menekankan bahwa peningkatan peringkat akreditasi tidak cukup dilakukan melalui pembenahan tampilan laman atau kelengkapan administrasi jurnal. Penguatan mutu harus mencakup keseluruhan ekosistem penerbitan ilmiah, mulai dari konsistensi identitas jurnal, tata kelola editorial, keberagaman editor dan mitra bestari, kualitas substansi artikel, hingga penyebarluasan dan dampak sitasi publikasi.
Salah satu perhatian utama dalam bedah jurnal ini adalah penguatan tata kelola dan internasionalisasi. Nazharat didorong untuk memperluas keterlibatan editor, mitra bestari, dan penulis dari berbagai institusi serta negara. Langkah tersebut perlu diikuti dengan dokumentasi proses peer review yang tertib, transparansi kebijakan editorial, dan penguatan jejaring akademik internasional agar kualitas serta kredibilitas jurnal semakin meningkat.
Selain tata kelola, kelengkapan laman jurnal juga menjadi perhatian penting. Nazharat direkomendasikan untuk memperjelas kebijakan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), etika publikasi, hak cipta, akses terbuka, pengarsipan, dan kebijakan antiplagiarisme. Konsistensi metadata, DOI aktif pada setiap artikel, serta kelengkapan deklarasi dalam PDF artikel—meliputi pernyataan penggunaan AI, kontribusi penulis, pendanaan, dan konflik kepentingan—juga menjadi bagian dari rekomendasi penguatan integritas publikasi.
Pada aspek substansi, jurnal didorong untuk meningkatkan orisinalitas dan kedalaman analisis artikel, memperkuat penggunaan referensi primer dan mutakhir, serta menjaga konsistensi penyuntingan dan gaya selingkung. Penyebarluasan artikel melalui jejaring akademik dan pengindeks yang relevan juga perlu ditingkatkan agar karya yang diterbitkan memiliki jangkauan pembaca lebih luas dan berkontribusi terhadap penguatan sitasi ilmiah.
Dr. Faizal juga menyoroti pentingnya mempertajam identitas keilmuan Nazharat. Dengan cakupan kajian bahasa, sejarah, kebudayaan, tradisi intelektual Islam, serta kepustakaan dan informasi, jurnal ini memiliki peluang untuk membangun kekhasan akademik yang relevan dengan kajian masyarakat Muslim Indonesia dan Asia Tenggara. Fokus dan cakupan yang terarah akan membantu jurnal menjaga konsistensi artikel sekaligus memperkuat posisinya di tengah perkembangan publikasi ilmiah bidang humaniora.
Melalui kegiatan bedah jurnal ini, Nazharat memperoleh sejumlah rekomendasi perbaikan yang dapat ditindaklanjuti secara bertahap dan terukur. Agenda prioritas meliputi penguatan keberagaman editorial dan penulis, penyempurnaan kebijakan publikasi, peningkatan mutu artikel, konsistensi penerbitan, serta penguatan diseminasi dan dampak sitasi.
Pendampingan ini menegaskan bahwa menuju SINTA 2 bukan sekadar mengejar peringkat, melainkan membangun sistem penerbitan ilmiah yang konsisten, transparan, berintegritas, dan berkelanjutan. Dengan komitmen pengelola jurnal dan tindak lanjut atas rekomendasi yang diberikan, Nazharat diharapkan semakin siap meningkatkan kualitas pengelolaan dan kontribusinya bagi perkembangan ilmu kebudayaan dan humaniora.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Pusat Publikasi dan Rumah Jurnal UIN Salatiga dalam berbagi pengalaman, memberikan pendampingan akademik, dan mendorong peningkatan mutu jurnal ilmiah di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.
