AIICARE 2026 UIN Salatiga: 378 Paper Dorong Hilirisasi Riset dan Kolaborasi Multidisiplin

Salatiga, 5–6 Oktober 2026 — Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga terus memperkuat komitmennya dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian agar tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Annual International Interdisciplinary Conference and Research Expo (AIICARE) 2026 di Hotel Laras Asri, Salatiga, pada 5–6 Oktober 2026.

AIICARE 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan para peneliti dari berbagai bidang keilmuan. Sebanyak 378 paper dipaparkan dalam kegiatan tersebut, sementara sekitar 150 peserta berasal dari dalam dan luar negeri.

Ketua Panitia AIICARE 2026, Hammam, Ph.D., menegaskan bahwa hasil penelitian dosen perlu terus didorong agar dapat diterima, dikembangkan, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Hasil penelitian dosen perlu didorong agar tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Karena itu, konferensi ini bukan sekadar ruang presentasi hasil penelitian, melainkan bagian dari upaya mendorong hasil riset menuju tahap penerapan.”

Menghadirkan Akademisi Internasional

AIICARE 2026 menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Pembicara internasional yang hadir antara lain Associate Professor Dr. Abd Razak Zakaria dari University of Malaya dan Associate Professor Dr. Syamsul Azizul Marinsah dari Universiti Malaysia Sabah, Malaysia. Selain itu, hadir Prof. Anak Agung Ayu dari Universitas Mahasaraswati Denpasar, serta Prof. Farhana Zaman dan Associate Professor Ashek Mahmud dari Jagannath University, Dhaka, Bangladesh.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy, turut hadir sebagai keynote speaker, memberikan perspektif strategis mengenai pengembangan riset dan kontribusinya bagi masyarakat di tengah perubahan global.

Riset Multidisiplin untuk Menjawab Persoalan Kompleks

AIICARE 2026 tidak hanya menjadi forum untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif keilmuan dalam memahami persoalan masyarakat modern.

Pada hari kedua, para peneliti mempresentasikan hasil riset mereka dalam forum Annual International Interdisciplinary Conference and Research Expo. Forum tersebut memperlihatkan bahwa berbagai persoalan kontemporer tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu disiplin ilmu.

Pendekatan multidisiplin dan kolaborasi lintas bidang menjadi salah satu benang merah AIICARE 2026. Para peneliti didorong untuk membangun perspektif yang lebih komprehensif dengan mempertemukan ilmu sosial, humaniora, pendidikan, teknologi, ekonomi, hukum, keagamaan, dan berbagai bidang keilmuan lainnya.

Dalam konteks globalisasi dan digitalisasi yang berlangsung sangat cepat, kolaborasi tersebut menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi dan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan tatanan hukum dan etika, keberlanjutan sosial, serta harmonisasi interaksi antarbudaya.

Dari Riset Menuju Hilirisasi

Penyelenggaraan AIICARE 2026 menjadi bagian dari langkah UIN Salatiga untuk membangun ekosistem riset yang tidak berhenti pada proses menghasilkan pengetahuan, tetapi bergerak menuju hilirisasi dan pemanfaatan hasil penelitian.

Melalui forum internasional ini, peneliti tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga membangun jejaring, mendapatkan perspektif baru, membuka peluang kolaborasi, serta menemukan kemungkinan penerapan hasil riset dalam kehidupan masyarakat.

Dengan menghadirkan akademisi dari University of Malaya, Universiti Malaysia Sabah, Universitas Mahasaraswati Denpasar, dan Jagannath University Bangladesh, AIICARE 2026 sekaligus memperkuat posisi UIN Salatiga sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring riset internasional dan kolaborasi lintas disiplin.

Pada akhirnya, AIICARE 2026 menegaskan bahwa riset bukan hanya tentang menghasilkan publikasi, tetapi bagaimana pengetahuan yang dihasilkan dapat ditransformasikan menjadi inovasi, kebijakan, dan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.