Pusat Kerjasama Internasional LP2M UIN Salatiga Gelar Pembekalan Pre-Departure IMOP 2026

SALATIGA — Pusat Kerjasama Internasional Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga menyelenggarakan kegiatan pembekalan (Pre-Departure) bagi mahasiswa peserta International Student Mobility Program (IMOP) 2026. Acara ini diselenggarakan sebagai langkah persiapan akhir menjelang keberangkatan para mahasiswa ke Malaysia.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Hammam, Ph.D., dalam sambutannya menjelaskan evaluasi dan perbaikan pelaksanaan program. Beliau menyampaikan bahwa IMOP 2026 merupakan program mobilitas edisi kedua setelah sukses diselenggarakan pada 2025.

“Berdasarkan evaluasi program tahun lalu yang berkunjung ke dua negara, Singapura dan Malaysia, pelaksanaannya dirasa belum maksimal. Oleh karena itu, IMOP 2026 difokuskan pada satu negara saja, yaitu Malaysia,” ujar Hammam, Ph.D.

Selama di Malaysia, mahasiswa akan mendatangi tiga institusi utama dengan agenda akademik yang padat:

  • Universiti Malaya (UM): Presentasi paper, diskusi akademik, serta pembaharuan Memorandum of Understanding (MoU).
  • International Cultural Communication Center Malaysia (ICCCM): Kegiatan culture sharing.
  • Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL): Praktik mengajar untuk siswa jenjang SMP.

Beliau menegaskan agar mahasiswa tidak menganggap agenda ini sebagai sarana rekreasi semata. “IMOP bukan sekadar program jalan-jalan atau healing, melainkan sebuah gerbang serta peluang bagi mahasiswa untuk membuka jalan lebih luas di dunia akademik internasional,” tegasnya. Ia juga mendorong para peserta untuk aktif mengikuti program mobilitas internasional lainnya di luar agenda resmi kampus.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin, M.Ag., dalam sambutannya memberikan motivasi serta arahan strategis terkait pengembangan mobilitas internasional kampus. Melanjutkan arahan Kepala Pusat Kerjasama Internasional, Rektor berharap jangkauan dan jumlah peserta IMOP di masa mendatang terus meningkat.

“Kami berharap peserta IMOP selanjutnya bisa lebih banyak dan mampu menjangkau destinasi yang lebih luas, seperti Krirk University dan Chulalongkorn University di Thailand,” ungkap Prof. Zakiyuddin, M.Ag.

Selain itu, Rektor juga menyoroti peluang keberlanjutan akademik di kawasan Timur Tengah. Beliau menyampaikan bahwa Universitas Al-Azhar di Mesir kini telah memiliki Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Hal ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa UIN Salatiga yang menguasai bahasa Arab untuk dapat menjadi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di sana.

Sesi teknis dilanjutkan oleh Mrs. Marisa Fran Lina, M. Pd. selaku Kepala Pusat Kerjasama Internasional (KUI) yang memberikan pembekalan logistik dan administratif. Pembekalan mencakup kesiapan paspor, pengaktifan data roaming, persediaan obat-obatan pribadi, serta kelengkapan barang bawaan wajib. Mrs. Marisa juga mengingatkan kewajiban mahasiswa pasca-program, di mana seluruh peserta diwajibkan menyusun book chapter serta berpartisipasi dalam lima kegiatan resmi yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasional (KUI). (Nj ed. MFL)

Kontak Media / Informasi Lebih Lanjut: Kantor Urusan Internasional (KUI) LP2M UIN Salatiga, Gedung LP2M, Kampus Terpadu UIN Salatiga, Jl. Lingkar Salatiga Km. 2, Kota Salatiga, Jawa Tengah.