
SINGARAJA – Kepala Pusat Kerjasama Internasional Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga, Marisa Fran Lina, M.Pd., hadir dan berpartisipasi aktif dalam ajang internasional bergengsi iTELL Conference 2026 yang berlangsung di Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja, Bali.
Dalam konferensi berskala internasional yang mengusung tema “Empowering Language Learners in Multicultural Contexts: Trends in Technology and Pedagogy” tersebut, Marisa Fran Lina tidak hanya bertindak sebagai partisipan aktif, tetapi juga tampil sebagai pemakalah (presenter) pada salah satu sesi paralel (parallel session).

Pada kesempatan tersebut, Marisa mempresentasikan gagasan dan hasil studinya yang berjudul “Digital Scaffolding: Technology-Mediated Language Survival Strategies of International Students in Indonesia“.
Inovasi Teknologi untuk Mahasiswa Internasional
Dalam presentasinya, Marisa Fran Lina menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi sebagai sarana scaffolding (penyangga pembelajaran) digital bagi mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di Indonesia. Menurutnya, adaptasi bahasa dan budaya sering kali menjadi tantangan utama bagi mahasiswa asing. Oleh karena itu, strategi bertahan hidup berbahasa (language survival strategies) yang berbantuan teknologi menjadi kunci penting dalam mempercepat proses integrasi akademik dan sosial mereka.
Partisipasi aktif UIN Salatiga melalui LP2M ini sekaligus mempertegas komitmen lembaga dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi, memperluas jejaring akademis global, serta mendukung inovasi pembelajaran berbasis teknologi di era digital.
Dorong Kolaborasi dan Penguatan Pembelajaran Multikultural
Konferensi iTELL 2026 yang diselenggarakan oleh asosiasi Indonesia Technology-Enhanced Language Learning (iTELL) bekerja sama dengan Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja sebagai tuan rumah ini berhasil menghadirkan lebih dari 145 peserta. Para akademisi, peneliti, dan praktisi yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Indonesia serta manca negara, seperti Inggris, Qatar, Amerika Serikat, Vietnam, Singapura, dan Malaysia.
Rangkaian agenda ilmiah dalam konferensi dua hari ini meliputi 1 keynote address, 12 plenary sessions, 70 parallel sessions, 6 workshops, 6 iTELL Board Workshops, serta presentasi poster dan sponsor.
Rektor IMK, Prof. Dr. I Gede Suwindia, S.Ag., M.A., beserta Ketua Panitia iTELL Conference 2026, Ni Putu Dian Utami Dewi, M.Pd., dan Presiden iTELL, Dr. Anuncius Gumawang Jati, M.A., menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi seluruh peserta dan pemakalah. Diharapkan, ajang ini dapat terus memicu lahirnya ide-ide inovatif, memperkuat kerja sama lintas instansi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masa depan pendidikan bahasa berwawasan multikultural dan berbasis teknologi.

Melalui keikutsertaan dalam gelaran iTELL 2026 ini, Pusat Kerjasama Internasional LP2M UIN Salatiga optimistis dapat terus membuka ruang-ruang sinergi dan kolaborasi riset internasional di masa mendatang.
Kontak Media / Informasi Lebih Lanjut: Kantor Urusan Internasional (KUI) LP2M UIN Salatiga Gedung LP2M, Kampus Terpadu UIN Salatiga, Jl. Lingkar Salatiga Km. 2, Kota Salatiga, Jawa Tengah.(MFL)
