Bank Indonesia Pacu Kualitas Riset dan Literasi Mahasiswa Melalui Program 2026

Salatiga – Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem riset dan literasi ekonomi di tanah air. Sepanjang tahun 2026, bank sentral ini menggulirkan dua program strategis yakni Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan (BPKBI) dan Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan (Banlit), yang menyasar mahasiswa serta sivitas akademika di berbagai perguruan tinggi mitra di Indonesia. Secara khusus, Selasa-Kamis, 13-15 Juli 2026, KPw BI Provinsi Jawa Tengah mengundang Rapat Koordinasi bersama 8 (dejapan) Perguruan Tinggi Mitra Kantor Perwakilan
Bank Indonesia Provinsi Jawa dalam rangka monitoring dan implementasi Program Pendidikan Kebanksentralan (PPK) Bank Indonesia yang mencakup bantuan pendidikan, perluasan literasi kebanksentralan, serta bantuan pene!itian.

Program BPKBI ditujukan bagi mahasiswa aktif jenjang S1, D4, maupun D3 untuk mendukung keberlangsungan pendidikan mereka. Selain memberikan dukungan finansial sebesar Rp6 juta per mahasiswa, program ini bertujuan membentuk karakter pemimpin masa depan yang memiliki pemahaman mendalam mengenai peran dan fungsi bank sentral. Hingga pertengahan tahun 2026, sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES), UIN Walisongo Semarang, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW Salatiga), UIN Salatiga, dan UIN Sunan Kudus telah aktif menjaring mahasiswa penerima manfaat melalui sistem seleksi yang ketat.

Di sisi lain, untuk mendorong produktivitas ilmiah, Bank Indonesia melalui Bank Indonesia Institute (BII) membuka pendaftaran Program Bantuan Penelitian (Banlit) 2026. Melalui portal Knowledge Management System SPEKTRO (bins.spektro-bi.org), mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 dapat mengakses pendanaan riset hingga Rp20 juta per judul penelitian. Fokus kajian yang ditawarkan mencakup topik-topik krusial seperti kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, hingga ekonomi dan keuangan hijau/syariah.

“Program ini bukan sekadar bantuan pendanaan, tetapi ruang bagi peneliti muda untuk berkontribusi langsung pada pengembangan kebijakan nasional,” ujar perwakilan BII. Sinergi ini juga didukung oleh kolaborasi berkelanjutan dengan kampus-kampus mitra, termasuk melalui workshop riset dan klinik penulisan jurnal internasional yang kerap digelar di berbagai kampus.

Dengan integrasi platform digital SPEKTRO, Bank Indonesia berharap seluruh proses pengajuan proposal hingga pelaporan dapat berjalan lebih transparan dan efisien. Langkah ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya melek finansial, tetapi juga adaptif dalam menjawab tantangan ekonomi digital global.