JAKARTA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia memperkuat koordinasi teknis terkait pelaksanaan program bantuan penelitian tahun anggaran 2026. Rapat koordinasi (Rakor) yang melibatkan para operator Satuan Kerja (Satker) Admin Litapdimas ini menjadi langkah krusial dalam memastikan kelancaran alur pendaftaran, seleksi, hingga pelaporan berbasis single system di aplikasi Litapdimas.
Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama menekankan bahwa tahun 2026 menjadi momentum akselerasi mutu riset yang berdampak luas. Dalam rakor tersebut, ditekankan pentingnya validitas data profil dosen, sinkronisasi ID Sinta, serta kepatuhan terhadap Petunjuk Teknis (Juknis) terbaru. Sinergi antara admin Satker di tingkat universitas dan pusat menjadi kunci agar proses administratif berjalan efisien tanpa kendala teknis yang berarti.
“Rapat koordinasi ini adalah upaya kami untuk menyamakan persepsi terkait kebijakan Litapdimas 2026. Kami ingin memastikan bahwa seluruh Satker memiliki pemahaman yang sama mengenai kluster riset, kriteria proposal, hingga mekanisme output yang harus dipenuhi oleh para peneliti,” ujar perwakilan pimpinan LP2M dalam forum koordinasi tersebut.
Lebih lanjut, forum ini menyoroti tantangan integritas akademik, termasuk pengetatan aturan plagiarisme. Setiap pengusul diwajibkan mengunggah hasil cek Turnitin dengan ambang batas maksimal 20 persen serta menyertakan surat pernyataan bebas plagiasi bermaterai. Kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas riset PTKIN agar tidak hanya berhenti pada angka publikasi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan program prioritas Kementerian Agama.
Dengan berakhirnya masa pendaftaran di sejumlah Satker, koordinasi intensif antar-admin terus dilakukan untuk memonitor perkembangan unggahan proposal. Langkah kolektif ini diharapkan mampu mengoptimalkan serapan anggaran penelitian serta meningkatkan daya saing institusi di kancah nasional maupun internasional melalui World University Ranking.
