
SEMARANG – Program Bilateral International Student Community (B-ISCOME) 2026 menghadirkan kolaborasi internasional melalui kunjungan delegasi dari Universiti Malaya, Malaysia, bersama UIN Salatiga ke Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam rangkaian FIPP International Forum 2026, Kamis (19/2).
Rombongan B-ISCOME 2026 disambut hangat oleh Prof.Dr. Purwo S., M.Pd dari UNNES setibanya di lokasi kegiatan.
Forum internasional tersebut menghadirkan enam presenter dari berbagai negara, yakni Indonesia, Myanmar, Kyrgyzstan, dan Gambia. Beragam isu dibahas dalam forum ini, mulai dari psikologi, inovasi bimbingan konseling, pengembangan karier, pemanfaatan kecerdasan buatan hingga urgensi coding dan data science dalam pendidikan di era digital.
Dalam forum tersebut, mahasiswa UIN Salatiga turut tampil aktif sebagai presenter dalam FIPP International Forum.

Anisa Denti Pepita, mahasiswi Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga, memaparkan pentingnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara bijak dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa AI bukanlah pengganti peran manusia, melainkan alat yang harus dikendalikan dengan penuh tanggung jawab. Pemanfaatan teknologi, menurutnya, harus diiringi kesadaran moral agar tetap memberi dampak positif bagi masyarakat.
Selain itu, Mafu Ceesay, mahasiswa Sains Data UIN Salatiga, juga mempresentasikan pentingnya coding dan data science dalam pendidikan dengan cukup detail. Dalam sesi diskusi, Mafu mendapat pertanyaan dari seorang mahasiswa asal Timor Leste mengenai bagaimana implementasi data science dapat memberikan dampak nyata di dunia saat ini.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Mafu menjelaskan bahwa penerapan data science sejak jenjang pendidikan dasar dapat memberikan dampak luas, mulai dari peningkatan literasi digital, kesadaran sosial, hingga terbukanya peluang yang lebih besar bagi generasi muda. Ia menekankan bahwa teknologi tidak dapat berjalan tanpa fondasi coding dan analisis data yang kuat.
“The impact includes literacy, social awareness, better opportunities, and community development. A strong elementary school helps children succeed in this new era. With the help of coding and data science, they can start building expertise from an early stage,” ungkap Mafu.
Ia juga menambahkan bahwa setiap individu perlu memberikan kontribusi sesuai dengan fase usianya. Menurutnya, generasi muda harus mulai membangun kapasitas dan dampak sejak dini agar mampu bersaing di era digital yang terus berkembang.

Partisipasi aktif mahasiswa UIN Salatiga dalam B-ISCOME 2026 menunjukkan komitmen UIN Salatiga dalam membangun kolaborasi internasional. Melalui forum ini, diharapkan terjalin relasi yang lebih luas dan kuat lintas negara di masa mendatang.(LSM ed.MFL)
