SALATIGA – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga secara resmi memulai rangkaian persiapan riset tahun anggaran 2026. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), kampus ini menggelar agenda pembinaan dan sosialisasi penelitian yang diikuti oleh para dosen dan peneliti di lingkungan UIN Salatiga, Senin (16/3/2026).
Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag., dalam arahannya menekankan pentingnya internasionalisasi sebagai keniscayaan bagi perguruan tinggi. Ia mendorong agar luaran penelitian dosen tidak lagi hanya terbatas pada publikasi jurnal nasional, melainkan diarahkan ke level internasional.
“Kami sangat berharap hasil riset dan publikasinya betul-betul dikenali secara internasional, baik di kuartil 4 hingga kuartil 1. Ini penting untuk meningkatkan readability dan citability, yang pada akhirnya akan mendongkrak posisi UIN Salatiga dalam World University Ranking,” ujar Rektor [06:04].
Selain fokus pada publikasi, rektor juga menyoroti pentingnya diversifikasi luaran melalui penerbitan prosiding dengan tetap memperhatikan aturan agar tidak terjadi double accounting dalam pembiayaan. Selain itu, kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa, serta pemanfaatan tesis dan disertasi untuk dipublikasikan kembali sebagai artikel ilmiah, menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas riset kampus.
Sementara itu, dalam sesi teknis, perwakilan LP2M menyampaikan bahwa sistem submisi proposal tahun 2026 tetap menggunakan single system melalui aplikasi Litapdimas. Tenggat waktu pengunggahan proposal untuk kluster penelitian internal BOPTN ditetapkan hingga 31 Maret 2026.
Tahun ini, terdapat pengetatan pada aspek plagiarisme, di mana selain melampirkan hasil cek Turnitin maksimal 20 persen, para pengusul juga wajib menyertakan surat pernyataan bebas plagiasi bermaterai. Pihak LP2M berharap, dengan sosialisasi yang dilakukan lebih awal, para peneliti dapat mempersiapkan dokumen dengan lebih baik guna menghindari kendala teknis yang sempat terjadi pada periode sebelumnya.
