International Seminar B-ISComE with Universiti Malaya di Pascasarjana UIN Salatiga

B-ISComE (Bilateral International Student Community Engagement) di bawah naungan Pusat Kerjasama Internasional Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) bekerjasama dengan Pascasarjana UIN Salatiga dalam menyelenggarakan International Seminar on Education, Law and Sustainable Development Goals bekerja sama dengan University of Malaya pada Selasa, 18 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi akademik sekaligus pertukaran gagasan dalam bidang pendidikan dan hukum di tingkat internasional.

Acara diawali dengan sesi pembukaan yang meliputi registrasi peserta, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dan Malaysia, serta sambutan dari Direktur Pascasarjana UIN Salatiga. Seminar internasional ini dimoderatori oleh Dr. Muh. Aji Nugroho, Lc., M.Pd.I.

Materi pertama disampaikan oleh Prof. Abdul Razaq bin Zakaria dari University of Malaya yang memaparkan perkembangan sistem pendidikan di Malaysia. Dalam paparannya, beliau menyoroti dinamika kebijakan pendidikan yang kerap mengalami perubahan seiring dengan pergantian kepemimpinan nasional.

“Sistem pendidikan di Malaysia sering mengalami perubahan kebijakan seiring dengan berubahnya kepemimpinan. Hal ini menunjukkan bahwa arah pendidikan sangat dipengaruhi oleh pemerintah yang berkuasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa terdapat enam kunci utama (six keys) yang dikembangkan dalam sistem pendidikan Malaysia sebagai bekal generasi masa depan.

“Ada enam kunci utama yang kami kembangkan dalam pendidikan di Malaysia sebagai bekal anak-anak untuk menghadapi tantangan masa depan, baik dari sisi kompetensi akademik maupun karakter,” jelasnya.

Materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Mukti Ali, S.Ag., M.Hum., Guru Besar UIN Salatiga, yang membahas aspek hukum dengan fokus pada program Koperasi Merah Putih yang dicanangkan pemerintah.

Dalam pemaparannya, beliau menyoroti tantangan implementasi program-program pemerintah yang seringkali tidak berjalan sesuai dengan perencanaan awal.

“Program yang diadakan pemerintah kadang tidak berjalan sesuai rencana. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah rendahnya tingkat kepercayaan terhadap program-program yang diselenggarakan,” tegasnya.

Beliau juga menekankan pentingnya penguatan regulasi dan pengawasan agar program strategis pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan parallel session yang diikuti mahasiswa dari University of Malaya dan UIN Salatiga.

Peserta dibagi ke dalam tiga kelas sesuai dengan fokus dan tema riset masing-masing. Diskusi dalam sesi paralel ini menjadi ruang akademik yang produktif untuk memperdalam kajian penelitian lintas negara serta memperkuat jejaring ilmiah.

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UIN Salatiga berharap kolaborasi internasional dapat terus ditingkatkan guna mendukung pengembangan pendidikan, hukum, dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) secara berkelanjutan.(AA ed.MFL)