BOYOLALI – Dalam upaya memperluas jejaring akademik internasional dan memperkuat reputasi institusi di tingkat global, Kepala Pusat Kerjasama Internasional Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga, Marisa Fran Lina, M.Pd., hadir sebagai presenter offline dalam ajang The 4th International Conference on Culture and Language (ICCL 2026). Kegiatan yang diusung oleh Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta ini berlangsung selama dua hari, 2–3 September 2026, di Hotel Al Azhar Azhima Bandara, Boyolali.

Mengangkat tema besar “Decolonizing Knowledge: Reimagining Language, Literature, History, and Creative Media for SDGs”, forum internasional ini menghadirkan jajaran pakar dan akademisi lintas negara, di antaranya dari Pakistan, Thailand, serta berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Pada sesi paralel konferensi, Marisa Fran Lina mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “Reimagining Language for Global Advocacy and City Branding: A Case Study of the ‘Kamis English’ Program in Surakarta’s Bureaucracy”. Penelitian ini menyoroti bagaimana inovasi kebahasaan di tingkat birokrasi lokal dapat difungsikan sebagai sarana diplomasi budaya, penguatan city branding, hingga advokasi publik berkaliber internasional.

“Keikutsertaan UIN Salatiga dalam forum ilmiah internasional seperti ICCL 2026 ini bukan sekadar pemenuhan tugas akademik, melainkan momentum strategis untuk membawa perspektif lokal ke ranah global,” ujar Marisa di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa peran Pusat Kerjasama Internasional LP2M UIN Salatiga sangat krusial dalam menjembatani kolaborasi riset dan publikasi internasional. Melalui keterlibatan aktif dalam konferensi bereputasi ini, UIN Salatiga terus membuka peluang kemitraan dengan universitas maupun institusi riset dari luar negeri.

“Kami memanfaatkan ruang konferensi ini untuk berdiskusi langsung dengan para pembicara internasional, seperti Assoc. Prof. Dr. Zia Ur Rehman Zia dari Pakistan dan Assoc. Prof. Dr. Abdurrahman Chapakiya dari Thailand. Harapannya, dari interaksi ini dapat lahir kolaborasi riset, pertukaran akademisi, hingga program kerja sama internasional yang lebih konkret bagi UIN Salatiga ke depan,” tegasnya.

Forum ICCL 2026 ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan masukan bernilai bagi pengembangan publikasi ilmiah para peserta. Partisipasi aktif jajaran pimpinan dan peneliti UIN Salatiga di ajang internasional ini makin mempertegas komitmen kampus dalam mewujudkan visi Internationalization of Higher Education. (MFL)
Kontak Media / Informasi Lebih Lanjut: Kantor Urusan Internasional (KUI) LP2M UIN Salatiga, Gedung LP2M, Kampus Terpadu UIN Salatiga, Jl. Lingkar Salatiga Km. 2, Kota Salatiga, Jawa Tengah.
