Pustakon Tazkia UIN Salatiga Mendampingi Mahasiswa Baru dengan Tema ‘Menjadi Mahasiswa Hebat dan Bahagia Tanpa Narkoba’

Salatiga, 18 Agustus 2026 Pusat Konsultasi dan Konseling (Pustakon) Tazkia UIN Salatiga mendampingi mahasiswa baru dalam acara PBAK yang dilaksanakan di gedung auditorium UIN Salatiga. Pendampingan tersebut dihadiri oleh Kepala Pustakon Tazkia UIN Salatiga, Ibu Dra. Siti Asdiqoh, M. Si. dan tim Tazkia.

Menjadi mahasiswa baru tidak hanya membuka lembaran baru akademik, tetapi juga lingkungan dengan lingkup yang lebih luas, terutama bagi mahasiswa perantauan yang memerlukan adaptasi dilingkungan tempat tinggal baru. Tidak jarang hal tersebut memicu beragam kekhawatiran, seperti takut tidak dapat teman, tidak dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, tidak dapat membayar UKT untuk kedepannya, merasa tidak sebaik mahasiswa yang lain, dan khawatir tidak diterima di lingkungan baru karena perbedaan finansial.

Kekhawatiran tersebut apabila dipendam sendiri berpotensi mengakibatkan emosional problem, yang membuat kondisi seseorang menjadi sensitif, rendah diri, overthinking, dan cemas. Buntut dari kekhawatiran tersebut tak jarang membuat seseorang mengambil solusi instan, seperti pinjol untuk memenuhi gaya hidup di luar kemampuan, terjerumus ke salah pergaulan, dan tindakan yang merugikan lainnya. Selain itu, mahasiswa baru rentan menjadi target berbagai kedok penipuan, seperti penipuan mengatas namakan dosen kampus, beasiswa, dan seminar bisnis.

Oleh karena itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap beragam problematika mahasiswa, Pusat Konsultasi dan Konseling Tazkia UIN Salatiga menjadi tempat yang aman untuk konseling mahasiswa dengan berbagai psikolog dan konselor yang ahli dalam bidangnya.

Di penghujung acara, Ibu Dra. Siti Asdiqoh, M. Si. selaku Kepala Pustakon Tazkia berpesan,”mencapai kesuksesan hidup dan menggapai cita-cita perlu perjuangan dan ketangguhan dalam menghadapi rintangan perjalanan kehidupan, terutama dalam menuntut ilmu. Misalnya, terjerat pergaulan bebas, narkoba/miras, bisnis yg tidak jelas, gaya hidup diluar kemampuan, mengalami emosional problem, dan segala hal yang menghambat selama kuliah. Maka perlu pemberdayaan diri agar mampu beradaptasi dan mempunyai sikap yang solutif terhadap masalah-masalah tersebut.”