Sinergi 3 Lembaga: LP2M UIN Salatiga, Universiti Malaya, dan FIPP UNNES Inisiasi Program Pendampingan Internasional

SEMARANG & SALATIGA (19/02/2026) – Sebuah kolaborasi strategis lintas institusi resmi digulirkan melalui inisiasi bersama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga, Universiti Malaya (UM) Malaysia, dan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNNES. Kerjasama trilateral ini diwujudkan melalui serangkaian program akademik dan pengabdian masyarakat internasional yang komprehensif.

Salah satu agenda utama dalam inisiasi ini adalah pendalaman paradigma baru Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang humanis. Belasan mahasiswa dari Universiti Malaya hadir di FIPP UNNES untuk mengikuti student exchange dan forum internasional guna membedah strategi penyelarasan tujuan organisasi dengan kesejahteraan mental.

Pengabdian Masyarakat di Salatiga

Tidak berhenti di ranah teoritis, kolaborasi tiga lembaga ini juga menyentuh aspek pengabdian masyarakat nyata di Kota Salatiga. Dengan dimotori oleh LP2M UIN Salatiga, delegasi internasional dari Universiti Malaya melakukan dua kunjungan penting:

  1. Panti Asuhan Putri Aisyiyah Salatiga: Fokus pada pendampingan motivasi pendidikan dan pemberdayaan perempuan bagi anak-anak asuh.
  2. Rutan Kelas IIB Salatiga: Melakukan studi banding terkait manajemen pembinaan warga binaan dan sistem pemasyarakatan yang humanis.

Pernyataan Bersama

Inisiasi ini dipandang sebagai langkah maju dalam memperkuat jejaring internasional masing-masing institusi. FIPP UNNES berperan dalam penguatan kapasitas akademik dan riset kolaboratif, sementara LP2M UIN Salatiga menjadi jembatan utama dalam implementasi pengabdian masyarakat internasional di lapangan.

“Kolaborasi antara UIN Salatiga, Universiti Malaya, dan UNNES ini membuktikan bahwa sinergi antar-perguruan tinggi dapat menciptakan dampak yang lebih luas, baik bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat umum seperti warga binaan dan anak-anak di panti asuhan,” ujar Hammam, Ph. D. sebagai Ketua LP2M UIN Salatiga.

Dengan adanya kerjasama tiga pihak ini, diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru dalam pengelolaan SDM dan model pengabdian masyarakat yang bisa menjadi rujukan di tingkat regional Asia Tenggara.

Perubahan Utama yang Dilakukan:

  • Sentralisasi Narasi: Dari yang semula hanya berfokus pada kegiatan mahasiswa UM di UNNES, kini narasinya menempatkan ketiga lembaga (UIN Salatiga, UM, UNNES) sebagai inisiator utama.
  • Integrasi Lokasi: Menghubungkan kegiatan akademik di Semarang (UNNES) dengan kegiatan sosial di Salatiga (UIN Salatiga) sebagai satu kesatuan rangkaian acara.
  • Konteks SDM: Menghubungkan materi “Manajemen SDM” dari artikel asli dengan implementasi nyata di Rutan dan Panti Asuhan sebagai bentuk pengelolaan SDM di berbagai lapisan sosial. (MFL)