Mahasiswa Internasional UIN Salatiga, Muhammad Nasser Salem Mijo asal Yaman, terpilih sebagai salah satu delegasi dalam program 2nd Summer Course yang diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Semarang. Program bertema “Conservation of Mind and Culture (CoMiC)” ini bertujuan mendorong generasi muda untuk memperluas pemahaman terhadap budaya baru serta meningkatkan kesadaran melalui pengalaman belajar bersama para narasumber berkompeten.
Kegiatan yang berlangsung di Semarang pada 6–7 Mei 2026 ini memberikan pengalaman langsung bagi peserta untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal dan mempelajari ekosistem kehidupan di lingkungan Universitas Negeri Semarang melalui kunjungan lapangan.

Program ini dirancang untuk menghubungkan generasi muda dengan kearifan lokal masyarakat Jawa Tengah melalui berbagai kegiatan edukatif, sosial, dan budaya. Para peserta diajak mengenal tradisi masyarakat setempat, memahami pentingnya pelestarian budaya, serta mempelajari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.
Selama dua hari pelaksanaan, kursus ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa internasional dari berbagai negara. Selain memperoleh wawasan baru, peserta juga memiliki kesempatan untuk saling berinteraksi dan membangun jejaring internasional yang lebih luas.
Berbagai aktivitas menarik diselenggarakan dalam program ini, di antaranya praktik seni membatik pada media totebag, melukis caping atau topi tradisional khas petani Jawa, serta kegiatan luar ruangan yang memperkenalkan kehidupan masyarakat pedesaan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal lebih dekat budaya lokal sekaligus memahami sektor pedesaan dalam kehidupan masyarakat setempat.

Nasser, sebagai delegasi UIN Salatiga, menyampaikan antusiasmenya dalam mengikuti program tersebut dan mempelajari budaya serta kehidupan masyarakat Indonesia.
“Program Summer Course ini adalah pengalaman yang luar biasa bagi saya. Bukan sekadar belajar secara akademik, saya benar-benar merasakan kedalaman budaya Indonesia melalui seni batik dan tarian tradisional. Saya sangat terkesan melihat bagaimana sektor pedesaan seperti pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi pilar ekonomi yang kuat bagi negara ini,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa program ini memberinya pengalaman berharga dalam berinteraksi dan membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai negara.
“Berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai negara adalah momen yang sangat berharga. Kami membangun relasi baru dan saling bertukar perspektif, yang memberikan dampak positif besar bagi saya pribadi. Pengalaman ini benar-benar membuka cakrawala baru dalam hidup saya,” ungkapnya.
Kegiatan Summer Course ini menjadi wadah pembelajaran yang memadukan pengalaman akademik, budaya, dan sosial bagi seluruh peserta. Melalui rangkaian kegiatan yang telah diikuti, peserta diharapkan membawa pulang pengalaman baru, relasi yang lebih luas, serta pemahaman yang lebih dekat terhadap budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia. (VR, ed MFL)

