Perkuat Jejaring Global, KUI LP2M UIN Salatiga Berpartisipasi Aktif dalam ITEA Workshop Bahas Standarisasi Sistem Pendidikan Teknologi Mesir

SALATIGA, 19 Mei 2026 – Dalam upaya berkelanjutan untuk memperluas wawasan internasionalisasi dan memperkokoh tata kelola mutu akademik berstandar global, Kantor Urusan Internasional (KUI) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga hadir dan berpartisipasi aktif dalam workshop internasional daring bergengsi. Workshop bertajuk “ITEA Workshop: International Impact Building for Higher Education Institutions – The Technological Universities System in Egypt” ini mengupas tuntas transformasi radikal dan standarisasi sistem pendidikan tinggi teknologi di Mesir.

Acara yang berlangsung interaktif via Zoom pada Selasa (19/05/2026) pukul 16.00 – 18.00 WITA (GMT+8) ini diselenggarakan oleh International Technological Education Association (ITEA). Forum dunia ini menghadirkan pembicara otoritatif tingkat tinggi, yaitu Prof. Dr. Mohamed Watany (Konsultan Senior di Supreme Council for Technological Education [SCTE] Mesir), serta diawali dengan opening remarks langsung oleh Dr. Ahmed El-Geushey (Sekretaris Jenderal SCTE Mesir).

Keterlibatan aktif KUI UIN Salatiga dalam forum internasional ini menjadi momentum strategis untuk menyerap best practices penjaminan mutu global, regulasi kebijakan pendidikan, kemitraan internasional (international partnerships), jalinan industri (industry linkages), hingga program magang (internships) yang dapat diadaptasikan dalam iklim akademik kampus.

Transformasi Sistem Universitas Teknologi di Mesir

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Mohamed Watany menjelaskan bahwa perkembangan dan standarisasi sistem pendidikan teknologi di Mesir kini resmi terintegrasi dalam Jaringan Universitas Teknologi Mesir (Egyptian Technological Universities Network). Jaringan ini mengonsolidasikan dua belas institusi pendidikan tinggi berbasis teknologi yang tersebar di berbagai wilayah strategis Mesir, mulai dari New Cairo, Borg Al Arab, Delta, hingga institusi internasional terkemuka seperti Feiyoum dan Asyut International Technological University.

Seluruh universitas ini diarsiteki khusus untuk menyelenggarakan program teknologi masa depan guna menyokong industri modern yang bertumpu pada empat pilar keahlian utama, yaitu:

  1. Teknologi Industri dan Energi
  2. Teknologi Informasi (TI)
  3. Ilmu Kesehatan Terapan
  4. Teknologi Layanan Perhotelan dan Pariwisata berstandar internasional
Fleksibilitas Kurikulum melalui National Qualifications Framework (NQF)

Sistem pendidikan ini ditempatkan secara terstruktur di dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Mesir (National Qualifications Framework / NQF) yang membagi jalur kualifikasi ke dalam delapan tingkatan. Kerangka ini memfasilitasi mobilitas vertikal maupun horizontal yang sangat fleksibel, memungkinkan perpindahan mahasiswa antarjalur—seperti akademik, teknis, teknologikal, profesional, hingga militer—melalui proses asesmen, program jembatan (bridges), dan transfer kredit yang akuntabel.

Khusus pada jalur teknologi, jenjang karir akademik siswa dimulai secara linier dari sekolah teknologi terapan di Level 3, lalu dapat terus berlanjut hingga mencapai gelar tertinggi, yaitu Doktor Teknologi Profesional di Level 8. Melalui penataan komprehensif ini, pendidikan di Mesir diposisikan sebagai gerbang utama menuju peluang global demi mencapai pengakuan internasional (international recognition), mendorong mobilitas mahasiswa antaranegara, serta mendongkrak penyerapan lulusan di pasar industri global.

Penjaminan Mutu Ketat dan Visi “Kualitas 4.0”

Untuk menjamin kualitas kelembagaan agar setara dengan standar internasional, tata kelola penjaminan mutu di Mesir dikawal oleh dua lembaga utama. NAQAAE bertindak sebagai otoritas tertinggi untuk akreditasi seluruh pendidikan akademik dan umum, sementara ETQAAN berfokus khusus pada penjaminan mutu dan akreditasi untuk pendidikan teknis, teknologi, serta pelatihan vokasional.

Proses akreditasi institusi pendidikan teknik dibagi menjadi dua kategori standar kualitas utama, yakni delapan standar wajib untuk institusi teknologi tinggi (high-tech) dan delapan standar untuk institusi teknis di atas rata-rata (above average technical) yang meregulasi aspek tata kelola, sumber daya, kurikulum, dosen, mahasiswa, hingga layanan masyarakat. Penjaminan mutu yang ketat juga diterapkan pada level program studi melalui delapan aspek krusial, mulai dari manajemen program hingga kualifikasi dosen.

Seluruh upaya standarisasi ini bermuara pada satu visi besar, yaitu mewujudkan Pendidikan Mutu Berkelanjutan (Sustainable Quality Education). Konsep mutakhir yang dikenal sebagai Kualitas 4.0 (Quality 4.0) ini mengintegrasikan empat elemen utama: penguatan kapasitas digital, pengembangan kampus hijau yang ramah lingkungan (green campus), pengembangan profesionalisme yang konstan bagi tenaga pendidik, serta pencapaian gelar-gelar profesional yang diakui secara global.

Dampak Strategis Bagi UIN Salatiga

Keikutsertaan KUI LP2M UIN Salatiga dalam workshop internasional ini menegaskan komitmen universitas untuk terus memperbarui kiblat kebijakan internasionalisasi kampus. Wawasan global mengenai integrasi kurikulum, penjaminan mutu, dan penyelarasan dunia pendidikan dengan industri (link and match) dari Mesir ini diharapkan mampu menjadi referensi berharga bagi KUI UIN Salatiga dalam merancang program kerja sama internasional yang lebih kokoh, progresif, dan berdampak luas bagi civitas akademika UIN Salatiga menuju rekognisi dunia.

Tentang Kantor Urusan Internasional (KUI) LP2M UIN Salatiga: Kantor Urusan Internasional (KUI) di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga berkomitmen menjadi motor penggerak internasionalisasi kampus melalui pengembangan kemitraan global, mobilitas akademis, serta peningkatan standar mutu universitas menuju rekognisi internasional.

Kontak Media / Informasi Lebih Lanjut: Kantor Urusan Internasional (KUI) LP2M UIN Salatiga Gedung LP2M, Kampus Terpadu UIN Salatiga, Jl. Lingkar Salatiga Km. 2, Kota Salatiga, Jawa Tengah. (DBS & MFL)