
Salatiga, 19 Agustus 2025 — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Salatiga menyelenggarakan kegiatan Public Hearing Forum Perempuan Pemimpin sebagai upaya strategis dalam memperkuat keterwakilan dan peran perempuan dalam struktur kepemimpinan kampus. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 19 Agustus 2025, dan melibatkan pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa.
Forum ini menjadi ruang dialog terbuka bagi perempuan yang telah maupun sedang menempati posisi kepemimpinan untuk berbagi pengalaman, tantangan, serta strategi dalam menavigasi dinamika kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjaring aspirasi dan masukan terkait kebijakan kampus yang lebih responsif gender.
Dalam sambutannya, Kepala PSGA UIN Salatiga, Dr. Aprilian Ria Adisti, M.Pd, menekankan pentingnya menciptakan ruang aman dan setara bagi perempuan untuk menyuarakan pengalaman dan gagasannya. “Public hearing ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi wadah refleksi bersama sekaligus langkah konkret dalam mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan gender di kampus,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa perempuan pemimpin di lingkungan UIN Salatiga yang berbagi praktik baik (best practices) dalam kepemimpinan, termasuk strategi mengelola peran ganda, menghadapi bias gender, serta membangun jejaring profesional. Sesi dialog interaktif berlangsung dinamis dengan berbagai isu yang diangkat, mulai dari tantangan struktural hingga kebutuhan akan kebijakan afirmatif dalam proses seleksi jabatan.
Salah satu hasil penting dari forum ini adalah rekomendasi perlunya penguatan sistem mentoring bagi calon pemimpin perempuan, peningkatan transparansi dalam rekrutmen jabatan struktural, serta penyediaan dukungan institusional seperti kebijakan ramah keluarga.
Peserta menyambut positif kegiatan ini karena dinilai memberikan ruang yang jarang tersedia dalam forum formal. “Kami merasa didengar, dan ini penting untuk membangun kepercayaan diri perempuan agar berani mengambil peran kepemimpinan,” ungkap salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, PSGA UIN Salatiga menegaskan komitmennya dalam mendorong tata kelola perguruan tinggi yang inklusif, sekaligus memperkuat ekosistem kepemimpinan perempuan yang berdaya, partisipatif, dan berkelanjutan.
