SALATIGA – Kantor Urusan Internasional (KUI) UIN Salatiga terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring global dengan berpartisipasi aktif dalam Webinar Series Atase Pendidikan & Kebudayaan (ATDIKBUD) dan Wakil Delegasi Tetap RI-UNESCO. Pada sesi ini, webinar mengupas tuntas dinamika sistem pendidikan, peluang beasiswa, serta potensi kerjasama akademik dan riset di tiga negara kawasan Asia Pasifik, yakni Thailand, Australia, dan Filipina.

Dinamika dan Peluang Pendidikan di Thailand
Dalam pemaparannya, Ibu Daniela Aruan dari KBRI Bangkok menjelaskan bahwa manajemen pendidikan tinggi di Thailand dikelola secara terpusat oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Inovasi (MHESI). Terdapat beberapa inisiatif utama dan peluang strategis di Thailand yang dapat dimanfaatkan, meliputi:
- Higher Education Sandbox: Program unggulan yang mendorong otonomi kampus untuk menciptakan kurikulum inovatif yang mampu menjawab kebutuhan sektor produksi dan industri secara langsung.
- Peluang Beasiswa: Tersedia berbagai skema beasiswa bagi mahasiswa internasional, seperti Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dukungan LPDP, program TIAS, serta beasiswa langsung dari masing-masing universitas di Thailand.
- Pengembangan BIPA: KBRI Bangkok secara aktif mengembangkan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan membuka peluang pertukaran pengajar di berbagai universitas lokal maupun di Sekolah Indonesia Bangkok.
- Peluang Kerjasama Institusional: Terbukanya kesempatan untuk menginisiasi program double degree, student exchange, joint research, dan co-funding antar universitas.

Potensi Kolaborasi Akademik dan Riset di Australia
Sesi selanjutnya menghadirkan Prof. Yuli Rahmawati, MSc, PhD., selaku ATDIKBUD KBRI Canberra. Beliau memaparkan besarnya minat mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di Australia yang saat ini mencapai lebih dari 31.000 pelajar. Poin-poin penting dari lanskap pendidikan Australia antara lain:
- Fleksibilitas Pendidikan: Sistem pendidikan di Australia menawarkan fleksibilitas yang sangat tinggi, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi bergengsi yang tergabung dalam Group of Eight.
- Program Pengajar Bahasa Indonesia: Tersedia program Indonesian Language Teaching Assistant (ILTA) dan Guru Bantu yang dirancang khusus untuk mendukung serta mempertahankan eksistensi pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Australia.
- Kolaborasi Riset: Peluang pendanaan riset kolaboratif bilateral sangat terbuka lebar melalui berbagai platform dan inisiatif, salah satunya melalui skema KONEKSI.
- Kemitraan Universitas: Terdapat lebih dari 50 program double degree dan joint degree yang tercatat dan terus didorong pertumbuhannya, diiringi dengan inisiatif negosiasi diskon SPP dari universitas-universitas di Australia.
Kesamaan Sistem dan Peluang Magang di Filipina
Prof. Nina Yulianti, ATDIKBUD KBRI Manila, menyoroti kemiripan budaya dan implementasi sistem pendidikan dasar dan menengah (K-12) antara Filipina dan Indonesia. Beberapa peluang kolaborasi dan studi di Filipina meliputi:
- Sertifikasi Kompetensi (Board Exam): Lulusan pendidikan tinggi di Filipina diwajibkan memiliki lisensi kompetensi sebelum bekerja (dikelola oleh TESDA). Sistem ini membuka peluang bagi lembaga keperawatan/kesehatan di Indonesia untuk melakukan program pendampingan lisensi profesi internasional (seperti bekerja di Amerika/Australia) melalui institusi di Filipina.
- Peluang Magang: KBRI Manila membuka kesempatan praktik magang bagi mahasiswa Indonesia secara rutin (menerima hingga 12 orang per bulan). Bidang yang paling relevan meliputi jurusan Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Hukum, Ilmu Pemerintahan, dan Seni/Sendratasik.
- Pameran Pendidikan Internasional: Undangan partisipasi terbuka lebar bagi institusi pendidikan tinggi Indonesia untuk mempromosikan kampusnya dalam ajang pameran pendidikan tahunan seperti World Education Expo di Makati dan Cebu.
Informasi dan Tindak Lanjut
Melalui partisipasi aktif dalam webinar ini, KUI UIN Salatiga berharap dapat segera memetakan dan mengimplementasikan potensi kerjasama strategis yang paling relevan guna meningkatkan kualitas akademik dan rekognisi internasional kampus di masa depan. Sebagai informasi, rangkaian Webinar Series ini masih akan berlanjut pada Sabtu, 2 Mei 2026, yang akan menghadirkan ATDIKBUD dari Tokyo, Beijing, dan Seoul, serta dilanjutkan pada Senin, 4 Mei 2026 bersama perwakilan dari Washington DC dan Moskow. (MFL/AO)
