SALATIGA – Kantor Urusan Internasional (KUI) UIN Salatiga terus memperkuat eksistensi di kancah internasional. Pada Selasa (05/05/2026), KUI sukses menyelenggarakan agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan rapat koordinasi strategis dengan Mufti Negeri Sabah, Malaysia, yang bertempat di Gedung Administrasi Pusat UIN Salatiga.
Hadir langsung dalam pertemuan tersebut, Mufti Negeri Sabah, Datuk Dr. Ust. Hj. Bungsu @ Aziz bin Haji Jaafar, disambut oleh Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy, beserta jajaran pimpinan KUI.
Fokus pada Pendidikan dan Dakwah Lintas Negara
Kerja sama ini dipicu oleh pesatnya perkembangan dakwah dan kebutuhan akan pendidikan Islam yang berkualitas di wilayah Sabah. Dalam pembahasannya, Mufti Negeri Sabah secara khusus meminta dukungan dari UIN Salatiga untuk mengirimkan tenaga pendidik ahli di bidang Tahfidz Al-Qur’an guna ditempatkan di berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan kantor Mufti.
Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy, menyambut baik permintaan tersebut dan menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah konkret mewujudkan visi universitas dalam pengabdian masyarakat berskala global. “Kerja sama dengan Mufti Sabah ini menjadi payung hukum resmi bagi dosen dan mahasiswa kita untuk melakukan program pengabdian lintas negara secara legal dan berkelanjutan,” ujar Prof. Zakiyuddin.

Penguatan Program GEMA CITA bagi Anak Migran
Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah integrasi program GEMA CITA (Generasi Muda Cinta Tanah Air). Melalui dukungan fasilitas dari kantor Mufti Sabah, UIN Salatiga akan memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran di wilayah perbatasan Sabah. Program ini bertujuan memberikan bekal ilmu yang mumpuni bagi anak-anak Indonesia di luar negeri sebelum mereka kembali ke tanah air.

Sinergi Akademik dengan Ma’had Tahfidz Ibnu Al-jazari
Selain pengabdian, aspek akademik juga diperkuat melalui kemitraan dengan Ma’had Tahfidz Alquran Ibnu Al-jazari (MTIJ) Sabah. KUI UIN Salatiga akan memfasilitasi pertukaran metode pembelajaran dan sinkronisasi kurikulum tahfidz untuk mencapai standar pengajaran internasional yang unggul.
Langkah Selanjutnya
Sebagai tindak lanjut (RTL) dari pertemuan ini, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UIN Salatiga menyatakan akan segera melakukan pendataan dan seleksi ketat terhadap tenaga ahli serta mahasiswa yang akan didelegasikan ke Sabah dalam waktu dekat. Dengan adanya kerja sama ini, KUI UIN Salatiga membuktikan peran vitalnya dalam menjembatani misi kemanusiaan dan pendidikan lintas batas negara, sekaligus memperkokoh hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia di sektor pendidikan tinggi Islam. (M/MFL)
