PSGA UIN Salatiga Gelar Leadership Training for Women, Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Kampus

Salatiga, 15 Mei 2025 — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Salatiga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong tata kelola kampus yang responsif gender melalui penyelenggaraan kegiatan Leadership Training for Women atau Pelatihan Kepemimpinan Perempuan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Mei 2025, dan diikuti oleh dosen serta tenaga kependidikan perempuan dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Salatiga.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan perempuan sekaligus menyiapkan kader-kader perempuan potensial yang siap berkontribusi dalam struktur kepemimpinan kampus. Dalam sambutannya, Kepala PSGA UIN Salatiga, Dr. Aprilian Ria Adisti, M.Pd, menegaskan bahwa keterwakilan perempuan dalam posisi strategis bukan hanya soal jumlah, tetapi juga tentang kualitas dan kesiapan.

“Kampus yang inklusif adalah kampus yang memberi ruang setara bagi perempuan untuk tumbuh dan memimpin. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa perempuan memiliki bekal yang cukup untuk mengambil peran-peran strategis di tingkat program studi, fakultas, hingga universitas,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi kepemimpinan yang membawakan materi seputar strategic leadership, komunikasi efektif, pengambilan keputusan, serta manajemen konflik. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi simulasi kepemimpinan dan diskusi kelompok yang dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif.

Salah satu peserta, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru tentang kepemimpinan perempuan di lingkungan akademik. “Kami jadi lebih percaya diri dan memahami bahwa perempuan juga memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin, selama kita terus meningkatkan kapasitas diri,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, PSGA UIN Salatiga berharap dapat membangun ekosistem kampus yang lebih adil dan inklusif, serta mendorong lahirnya lebih banyak perempuan pemimpin yang kompeten dan berdaya saing. Ke depan, program serupa direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pengarusutamaan gender di lingkungan perguruan tinggi.